Rabu, 22 Februari 2012

TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI



 I.DEFINISI PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi adalah proses dimana terjadi kenaikan produk nasional bruto riil atau pendapatan nasional riil. Jadi perekonomian dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi pertumbuhan outputriil. Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada kenaikan output perkapita. Pertumbuhan ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan output riil per orang.
II.PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KENAIKAN PRODUKTIVITAS
Sementara negara-negara miskin berpenduduk padat dan banyak hidup pada taraf batas hidup dan mengalami kesulitan menaikkannya, beberapa negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada, negara-negara Eropa Barat, Australia, Selandia Baru, dan Jepang menikmati taraf hidup tinggi dan terus bertambah.Pertambahan penduduk berarti pertambahan tenaga kerja serta berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang mengakibatkan kenaikan output semakin kecil, penurunan produk rata-rata serta penurunan taraf hidup. Sebaliknya kenaikan jumlah barang-barang kapital, kemajuan teknologi, serta kenaikan kualitas dan keterampilan tenaga kerja cenderung mengimbangi berlakunya hukum Pertambahan Hasil yang Berkurang. Penyebab rendahnya pendapatan di negara-negara sedang berkembang adalah berlakunya hukum penambahan hasil yang semakin berkurang akibat pertambahan penduduk sangat cepat, sementara tak ada kekuatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berupa pertambahan kuantitas dan kualitas sumber alam, kapital, dan kemajuan teknologi.

III.PERMINTAAN AGREGRATIF DAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Pada gambar ini dianggap bahwa tingkat PNN kesempatan kerja penuh pada thaun 1998 A sebesar 26 trilyun rupiah dan skedul permintaan agregratifnya adalah C+I+C1 hingga tingkat PNN kesempatan kerja penuh dapat dicapai karena sama dengan tingkat pendapatan keseimbangannya.Misalkan terjadi pertumbuhan kapasitas produksi akibat adanya pertambahan sumber-sumber pertumbuhan ekonommi hingga tingkat PNN kesempatan kerja penuh pada tahun berikutnya yaitu pada tahun 1998 B menjadi 27 trilyun rupiah atau kenaikan sebesar kira-kira 4% dalam output riil.Agar potensi produksi total dapat direalisasikan maka permintaan agregratif harus naik dengan laju pertumbuhan yang cukup untuk memelihara tingkat kesempatan kerja penuh.Karenanya permintaan agregratif harus bergeser keatas menjadi C+I+C2. Bila tidak atau naik secara lebih kecil maka kenaikan kapasitas produksi tak dapat direalisasikan dan dimanfaatkan.Gambar ini menunjukkan aspek penciptaan pendapatan oleh komponen pengeluaran investasi neto.

IV.TEORI DAN MODEL PERTUMBUHAN EKONOMI
Dalam zaman ahli ekonomi klasik, seperti Adam Smith dalam buku karangannya yang berjudul An Inguiry into the Nature and Causes of the Wealt Nations, menganalisis sebab berlakunya pertumbuhan ekonomidan factor yang menentukan pertumbuhan ekonomi. Setelah Adam Smith, beberapa ahli ekonomi klasik lainnya seperti Ricardo, Malthus, Stuart Mill, juga membahas masalah perkembangan ekonomi .
A.Teori Inovasi Schum Peter
Pada teori ini menekankan pada faktor inovasi enterpreneur sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi kapitalilstik.Dinamika persaingan akan mendorong hal ini.
B.Model Pertumbuhan Harrot-Domar
Teori ini menekankan konsep tingkat pertumbuhan natural.Selain kuantitas faktor produksi tenaga kerja diperhitungkan juga kenaikan efisiensi karena pendidikan dan latihan.Model ini dapat menentukan berapa besarnya tabungan atau investasi yang diperlukan untuk memelihar tingkat laju pertumbuhan ekonomi natural yaitu angka laju pertumbuhan ekonomi natural dikalikan dengan nisbah kapital-output.
C.Model Input-Output Leontief.
Model ini merupakan gambaran menyeluruh tentang aliran dan hubungan antarindustri. Dengan menggunakan tabel ini maka perencanaan pertumbuhan ekonomi dapat dilakukan secara konsisten karena dapat diketahui gambaran hubungan aliran input-output antarindustri. Hubungan tersebut diukur dengan koefisien input-output dan dalam jangka pendek/menengah dianggap konstan tak berubah .
D.Model Pertumbuhan Lewis
Model ini merupakan model yang khusus menerangkan kasus negar sedang berkembang banyak(padat)penduduknya.Tekanannya adalah pada perpindahan kelebihan penduduk disektor pertanian ke sektor modern kapitalis industri yang dibiayai dari surplus keuntungan.
E.Model Pertumbuhan Ekonomi Rostow
Model ini menekankan tinjauannya pada sejarah tahp-tahap pertumbuhan ekonomi serta ciri dan syarat masing-masing. Tahap-tahap tersebut adalah tahap masyarakat tradisional, tahap prasyarat lepas landas, tahap lepas landas, ahap gerakan ke arah kedewasaan, dan akhirnya tahap konsimsi tinggi.
V.NEGARA BERKEMBANG DAN FAKTOR PERTUMBUHANNYA
A.Ciri-ciri negara sedang berkembang
1. Tingkat pendapatan rendah,sekitar US$300 perkapita per tahun.
2. Jumlah penduduknya banyak dan padat perkilo meter perseginya.
3. Tingkat pendidikan rakyatnya rendah dengan tingkat buta aksara tinggi.
4. Sebagian rakyatnya bekerja disektor pertanian pangan secara tak produktif,sementara hanya  sebagian kecil rakyatnya bekerja disektor industri.Produktifitas kerjanya rendah.
5. Kuantitas sumber-sumber alamnya sedikit serta kualitasnya rendah.Kalau mempunyai sumber- sumber alam yang memadai namun belum diolah atau belum dimanfaatkan.
6. Mesin-mesin produksi serta barang-barang kapital yang dimiliki dan digunakan hanya kecil atau sedikit jumlahnya.
7. Sebagian besar dari mereka merupakan negara-negara baru diproklamasikan kemerdekaannya dari penjajahan kira-kira satu atau dua dekade.
B.Transisi kependudukan
Yang mencerminkan kenaikan taraf hidup rakyat di suatu negara adalah besarnya tabungan dan akumulasi kapital dan laju pertumbuhan penduduknya. Laju pertumbuhan yang sangat cepat di banyak negara sedang berkembang nampaknya disebabkan oleh fase atau tahap transisi demografi yang dialaminya. Negara-negara sedang berkembang mengalami fase transisi demografi di mana angka kelahiran masih tinggi sementara angka kematian telah menurun. Kedua hal ini disebabkan karena kemajuan pelayanan kesehatan yang menurun angka kematian balita dan angka tahun harapan hidup. Ini terjadi pada fase kedua dan ketiga dalam proses kependudukan. Umumnya ada empat tahap dalam proses transisi, yaitu:
Tahap 1:
Masyarakat pra-industri, di mana angka kelahiran tinggi dan angka kematian tinggi menghasilkan laju pertambahan penduduk rendah;
Tahap 2:
Tahap pembangunan awal, di mana kemajuan dan pelayanan kesehatan yang lebih baik menghasilkan penurunan angka kelahiran tak terpengaruh karena jumlah penduduk naik.
Tahap 3:
Tahap pembangunan lanjut, di mana terjadi penurunan angka kematian balita, urbanisasi, dan kemajuan pendidikan mendorong banyak pasangan muda berumah tangga menginginkan jumlah
anak lebih sedikit hingga menurunkan angka kelahiran. Pada tahap ini laju pertambahan penduduk mungkin masih tinggi tetapi sudah mulai menurun;
Tahap 4:
Kemantapan dan stabil, di mana pasangan-pasangan berumah tangga melaksanakan pembatasan kelahiran dan mereka cenderung bekerja di luar rumah. Banyaknya anak cenderung hanya 2 atau 3 saja hingga angka pertambahan neto penduduk sangat rendah atau bahkan mendekati nol.
C. Faktor penggerak pertumbuhan ekonomi dalam menanggulangi kemiskinan
Dua hal esensial harus dilakukan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi adalah, pertama sumber-sumber yang harus digunakan secara lebih efisien. Ini berarti tak boleh ada sumber-sumber menganggur dan alokasi penggunaannya kurang efisien.Yang kedua, penawaran atau jumlah sumber-sumber atau elemen-elemen pertumbuhan tersebut haruslah diusahakan pertambahannya.Elemen-elemen yang memacu pertumbuhan ekonomi tersebut adalah sebagai berikut.
1.Sumber-sumber Alam
Elemen ini meliputi luasnya tanah, sumber mineral dan tambang, iklim, dan lain-lain. Beberapa negara sedang berkembang sangat miskin akan sumber-sumber alam, sedikitnya sumber-sumber alam yang dimiliki meruoakan kendala cukup serius. Dibandingkan dengan sedikitnya kuantitas serta rendahnya persediaan kapital dan sumber tenaga manusia maka kendala sumber alam lebih serius.
2 .Sumber-sumber Tenaga Kerja
Masalah di bidang sumber daya manusia yang dihadapi oleh negara-negara sedang berkambang pada umumnya adalah terlalu banyaknya jumlah penduduk, pendayagunaannya rendah, dan kualitas sumber-sumber daya tenaga kerja sangat rendah.
3. Kualitas Tenaga Kerja yang Rendah
Negara-negara sedang berkembang tak mampu mengadakan investasi yang memadai untuk menaikkan kualitas sumber daya manusia berupa pengeluaran untuk memelihara kesehatan masyarakat serta untuk pendidikan dan latihan kerja.
4 .Akumulasi Kapital
Untuk mengadakan akumulasi kapital diperlukan pengorbanan atau penyisihan konsumsi sekarang selama beberapa decade. Di negara sedang berkembang, tingkat pendapatan rendah pada tingkat batas hidup mengakibatkan usaha menyisihkan tabungan sukar dilakukan. Akumulasi kapital tidak hanya berupa truk, pabrik baja, plastik dan sebagainya; tetapi juga meliputi proyek-proyek infrastruktur yang merupakan prasyarat bagi industrialisasi dan pengembangan serta pemasaran produk-produk sektor pertanian. Akumulasi kapital sering kali dipandang sebagai elemen terpenting dalam pertumbuhan ekonomi. Usaha-usaha untuk mendorong laju pertumbuhan ekonomi dilakukan dengan memusatkan pada akumulasi kapital. Hal ini karena, pertama, hampir semua negara-negara berkembang mengalami kelangkaan barang-barang kapital berupa mesi-mesin dan peralatan produksi, bangunan pabrik, fasilitas umum dan lain-lain. Kedua, penambahan dan perbaikan kualitas barang-barang modal sangat penting karena keterbatasan tersedianya tanah yang bisa ditanami.
D. Peranan penting pemerintah dalam pertumbuhan ekonomi
1. Beberapa negara sedang berkembang mengalami ketidak stabilan sosial, politik, dan ekonomi. Ini merupakan sumber yang menghalangi pertumbuhan ekonomi. Adanya pemerintah yang kuat dan berwibawa menjamin terciptanya keamanan dan ketertiban hukum serta persatuan dan perdamaian di dalam negeri. Ini sangat diperlukan bagi terciptanya iklim bekerja dan berusaha yang merupakan motor pertumbuhan ekonomi.
2. Ketidakmampuan atau kelemahan setor swasta melaksanakan fungsi entreprenurial yang bersedia dan mampu mengadakan akumulasi kapital dan mengambil inisiatif mengadakan investasi yang diperlukan untuk memonitori proses pertumbuhan.
3. Pertumbuhan ekonomi merupakan hasil akumulasi kapital dan investasi yang dilakukan terutama oleh sektor swasta yang dapat menaikkan produktivitas perekonomian. Hal ini tidak dapat dicapai atau terwujud bila tidak didukung oleh adanya barang-barang dan pelayanan jasa sosial seperti sanitasi dan program pelayanan kesehatan dasr masyarakat, pendidikan, irigasi, penyediaan jalan dan jembatan serta fasilitas komunikasi, program-program latihan dan keterampilan, dan program lainnya yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
4. Rendahnya tabungan-investasi masyarakat (sekor swasta) merupakan pusat atau faktor penyebab timbulnya dilema kemiskinan yang menghambat pertumbuhan ekonomi. Seperti telah diketahui hal ini karena rendahnya tingkat pendapatan dan karena adanya efek demonstrasi meniru tingkat konsumsi di negara-negara maju olah kelompok kaya yang sesungguhnya bias menabung.
5. Hambatan sosial utama dalam menaikkan taraf hidup masyarakat adalah jumlah penduduk yang sangat besar dan laju pertumbuhannya yang sangat cepat. Program pemerintahlah yang mampu secara intensif menurunkan laju pertambahan penduduk yang cepat lewat program keluarga berencana dan melaksanakan program-program pembangunan pertanian atau daerah pedesaan yang bisa mengerem atau memperlambat arus urbanisasi penduduk pedesaan menuju ke kota-kota besar dan mengakibatkan masalah-masalah social, politis, dan ekonomi.
6. Pemerintah dapat menciptakan semangat atau spirit untuk mendorong pencapaian pertumbuhan ekonomi yang cepat dan tidak hanya memerlukan pengembangan faktor penawaran saja, yang menaikkan kapasitas produksi masyarakat, yaitu sumber-sumber alam dan manusia, kapital, dan teknologi;tetapi juga faktor permintaan luar negeri. Tanpa kenaikkan potensi produksi tidak dapat direalisasikan.
E.Strategi pertumbuhan ekonomi
1.Industrialisasi Versus Pembangunan Pertanian
Pembangunan pertanian bersifat menggunakan teknologi padat tenaga kerja dan secara relatif menggunakan sedikit kapital; meskipun dalam investasi pada pembuatan jalan, saluran dan fasilitas pengairan, dan pengembangan teknologinya. Kenaikan produktivitas sektor pertanian memungkinkan perekonomian dengan menggunakan tenaga kerja lebih sedikit menghasilkan kuantitas output bahan makanan yang sama. Dengan demikian sebagian dari tenaga kerja dapat dipindahkan ke sektor industri tanpa menurunkan output sector pertanian. Di samping itu pembangunan atau kenaikkan produktivitas dan output total sektor pertanian akan menaikan pendapatan di sektor tersebut.
2.Strategi Impor Versus Promosi Ekspor
Stategi industrialisasi via substitusi impor pada dasarnya dilakukan dengan membangun industri yang menghasilkan barang-barang yang semula diimpor. Alternatif kebijakan lain adalah strategi industrialisasi via promosi ekspor. Kebijakan ini menekankan pada industrialisasi pada sektor-sektor atau kegiatan produksi da dalam negeri yang mempunyai keunggulan komparatif hingga dapat memproduksinya dengan biaya rendah dan bersaing dengan menjualnya di pasar internasional. Strategi ini secara relatif lebih sukar dilaksanakan karena menuntut kerja keras agar bisa bersaing di pasar internasional.
3.Perlunya Disertivikasi
Usaha mengadakan disertivikasi bagi negara-negara pengekspor utama minyak dan gas bumi merupakan upaya mempertahankan atau menstabilkan penerimaan devisanya.
VI. ASPEK HUBUNGAN EKONOMI INTERNASIONAL DALAM PERTUMBUHAN EKONOMI
A.Perluasan Perdagangan
Negara-negara maju telah berkembang merupakan sumber atau pensupplai barang-barang kapital. Di samping itu mereka juga merupakan pasar yang luas dan cukup besar yang membeli ekspor hasil-hasil pertanian, pertambangan, bahan mentah, ataupun barang-barang manufaktur oleh negara-negara sedang berkembang. Penurunan harga di pasar dunia akan bahan-bahan mentah produk pertanian ataupun hasil pertambangan akan sama seperti halnya turunnya harga minyak bumi ataupun harga tembaga di pasaran internasional.
B.Aliran Penanaman Modal (Investasi) Asing
Aliran kapital atau investasi asing dari luar negeri baik oleh sector pemerintah maupun swasta asing dapat merupakan suplemen atau pelengkap bagi usaha pemecahan lingkaran setan kemiskinan. Penanaman modal asing banyak bergerak di sektor eksplorasi sumber alam berupa pertambangan, kehutanan, perikanan, dan juga di sektor manufacturing. Swasta asing yang melakukan investasi umumnya merupakan perusahaan besar multinasional.
C.Bantuan Luar Negeri Berupa Hadiah dan Pinjaman
Bantuan asing bisa diberikan secara langsung atau melalui lembaga keuangan internasional. Contoh bantuan langsung berupa hadiah atau pinjaman yang diberikan oleh US-AID (United State Agency for International Development), suatu lembaga bantuan luar negeri pemerintah Amerika Serikat, atau dari badan-badan luar negeri yang serupa dari negara-negara maju telah berkembang lainnya.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
Definisi Pertumbuhan Ekonomi
Pengertian pertumbuhan ekonomi harus dibedakan dengan pembangunan ekonomi.Dalam makalah pertumbuhan ekonomi ini,penulis ingin menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi hanyalah merupakan salah satu aspek saja dari pembangunan ekonomi yang lebih menekankan pada peningkatan output agregat khususnya output agregat per kapita.
Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan sebagai proses perubahan kondisi perekonomian suatu negara secara berkesinambungan menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu. Pertumbuhan ekonomi dapat diartikan juga sebagai proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional.
Perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan apabila jumlah balas jasa riil terhadap penggunaan faktor-faktor produksi pada tahun tertentu lebih besar daripada tahun sebelumnya.

Indikator yang digunakan untuk menghitung tingkat Pertumbuhan Ekonomi

* Tingkat Pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto)
* Tingkat Pertumbuhan PNB (Produk Nasional Bruto)
Dalam praktek angka, PNB kurang lazim dipakai, yang lebih populer dipakai adalah PDB, karena angka PDB hanya melihat batas wilayah,terbatas pada negara yang bersangkutan.
Perbedaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi
* Pembangunan ekonomi lebih bersifat kualitatif, bukan hanya pertambahan produksi, tetapi juga terdapat perubahan-perubahan dalam struktur perekonomian.
* Pertumbuhan ekonomi keberhasilannya lebih bersifat kuantitatif, yaitu adanya kenaikan dalam standar pendapatan dan tingkat output produksi yang dihasilkan
Persamaan Pembangunan Ekonomi dengan Pertumbuhan Ekonomi
* Kedua-duanya merupakan kecenderungan di bidang ekonomi.
* Pokok permasalahan akhir adalah besarnya pendapatan per kapita.
* Kedua-duanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan memerlukan dukungan rakyat.
* Kedua-duanya berdampak kepada kesejahteraan rakyat.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi
1. Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.
2. Faktor Sumber Daya Alam, Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.
3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.
4. Faktor Budaya, Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.
5. Sumber Daya Modal, Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi di Indonesia Periode Tahun 1984-2003
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Masalah
Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian dalam jangka panjang, dan pertumbuhan ekonomi merupakan fenomena penting yang dialami dunia hanya dua abad belakangan ini, dan oleh Simon Kuznets, seorang ahli ekonomi terkemuka di Amerika Serikat yang pernah memperoleh hadiah Nobel dinyatakan bahwa, proses pertumbuhan ekonomi tersebut dinamakannya sebagai Modern Economic Growth. Dalam periode tersebut, dunia telah mengalami perkembangan pembangunan yang sangat nyata apabila dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya. Sampai abad ke-18, sebagian besar masyarakat di dunia masih hidup pada tingkat subsistem, dan mata pencaharian utamanya adalah dari melaksanakan kegiatan di sektor pertanian, perikanan atau berburu. (Sadono Sukirno, 1998, : 413)
Pada dasarnya, pertumbuhan ekonomi diartikan sebagai suatu proses pertumbuhan output perkapita dalam jangka panjang. Hal ini berarti, bahwa dalam jangka panjang, kesejahteraan tercermin pada peningkatan output perkapita yang sekaligus memberikan banyak alternatif dalam mengkonsumsi barang dan jasa, serta diikuti oleh daya beli masyarakat yang semakin meningkat. (Boediono, 1993 : 1 – 2)
Pertumbuhan ekonomi juga bersangkut paut dengan proses peningkatan produksi barang dan jasa dalam kegiatan ekonomi masyarakat. Dapat dikatakan, bahwa pertumbuhan menyangkut perkembangan yang berdimensi tunggal dan diukur dengan meningkatnya hasil produksi dan pendapatan. Dalam hal ini berarti terdapatnya kenaikan dalam pendapatan nasional yang ditunjukkan oleh besarnya nilai Produk Domestik Bruto (PDB).
Indonesia, sebagai suatu negara yang sedang berkembang, sejak tahun 1969 dengan giat melaksanakan pembangunan secara berencana dan bertahap, tanpa mengabaikan usaha pemerataan dan kestabilan. Pembangunan nasional mengusahakan tercapainya pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yang pada akhirnya memungkinkan terwujudnya peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan seluruh rakyat. Perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, dapat dilihat pada Tabel 1.1 yang menerangkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami perubahan yang fluktuatif dari tahun ke tahun.
Perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif dari tahun 1984-1997. Pada tahun 1998 menunjukkan penurunan pertumbuhan ekonomi yaitu – 13,12 %, hal ini disebabkan karena krisis moneter dan krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997, yang berlanjut menjadi krisis multidimensi, sehingga membawa dampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada tahun 1998, pada tahun 1999-2003 baru dapat tumbuh lagi pertumbuhan ekonominya walaupun tidak sepesat pada tahun-tahun sebelumnya.

Dari tabel 1.1 terlihat, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 1985, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 2,47 %. Hal ini terjadi, karena Indonesia harus menghadapi tantangan yang cukup berat, yaitu kelesuan kegiatan ekonomi dalam negeri, ditambah lagi dengan penurunan harga minyak bumi yang cukup tajam, serta melemahnya daya saing barang-barang produksi dalam negeri, sehingga penerimaan devisa dari ekspor menurun. Pada tahun 1995, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai angka yang tertinggi, yakni sebesar 8,22 %. Kenaikan ini sebagian besar didorong oleh kenaikan konsumsi dan sebagai dampak dari adanya boom investasi yang terjadi pada tahun 1995, dengan nilai investasi sebesar 39.914,7 juta US Dolar.
Krisis moneter dan krisis ekonomi yang terjadi pada pertengahan tahun 1997, yang berlanjut menjadi krisis multidimensi, membawa dampak pada pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Pada tahun 1998, pertumbuhan ekonomi mengalami penurunan yang cukup tajam, yaitu sebesar minus 13,12 %. Kemudian, pada tahun-tahun berikutnya, perekonomian nasional Indonesia mengalami pemulihan (recovery), meskipun jika dibandingkan dengan negara-negara Asia lainnya yang mengalami krisis serupa, proses pemulihan ekonomi di Indonesia relatif lebih lambat.
Memasuki tahun 2000, perekonomian Indonesia diwarnai oleh nuansa optimisme yang cukup tinggi. Hal ini antara lain ditandai dengan menguatnya nilai tukar rupiah sejalan dengan penurunan inflasi dan tingkat suku bunga pada sektor riil. Pertumbuhan ekonomi pada tahun 2000 sebesar 4,86 % lebih tinggi dari prakiraan awal tahun oleh Bank Indonesia sebesar 3,0 % sampai dengan 4,0 %. Pada tahun 2002 semakin membaik dibandingkan tahun 2001, berdasarkan perhitungan PDB atas dasar harga konstan 1993, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2002 adalah sebesar 3,66 %, dan laju pertumbuhan ekonomi pada tahun 2001 sebesar 3,45 %, Sedangkan pada tahun 2003 laju pertumbuhan ekonomi adalah sebesar 4,10 %.
Perekonomian Indonesia menunjukkan kinerja yang membaik dan lebih stabil selama 2003 sebagaimana yang tercermin pada pertumbuhan ekonomi yang meningkat. Walaupun demikian, pertumbuhan ekonomi yang terjadi masih belum memadai untuk menyerap tambahan angkatan kerja sehingga jumlah pengangguran masih mengalami kenaikan. Aktivitas perdagangan dunia yang masih lesu mengakibatkan pertumbuhan volume ekspor Indonesia, khususnya komoditas nonmigas, relatif rendah. Dalam situasi demikian, kinerja ekspor secara nominal sangat terbantu oleh meningkatnya harga komoditas migas dan nonmigas di pasar internasional sehingga secara keseluruhan nilai ekspor pada 2003 masih mengalami kenaikan yang signifikan dan menjadi penopang utama terjadinya surplus transaksi berjalan selama 2003. (Laporan Bank Indonesia, 2003 : 4-5)
Namun, dengan perkembangan perekonomian yang dicapai saat ini, Indonesia masih harus menghadapi permasalahan yang mungkin juga dialami negara lain, khususnya negara sedang berkembang, yang sedang melaksanakan pembangunan. Pembangunan tersebut tentunya memerlukan dana dalam jumlah yang besar.
Menurut Harrod Domar, dalam mendukung pertumbuhan ekonomi diperlukan investasi-investasi baru sebagai stok modal. Semakin banyak tabungan yang kemudian diinvestasikan, maka semakin cepat terjadi pertumbuhan ekonomi. Akan tetapi secara riil, tingkat pertumbuhan ekonomi yang terjadi pada setiap tabungan dan investasi tergantung dari tingkat produktivitas investasi tersebut. (M. P. Todaro, 1993, : 65 – 66)
Pembentukan modal merupakan investasi dalam bentuk barang-barang modal yang dapat menaikkan stok modal, output nasional, dan pendapatan nasional. Jadi, pembentukan modal merupakan kunci utama menuju pembangunan ekonomi.

Selasa, 29 November 2011

SISTEM EKONOMI ISLAM


PENDAHULUAN
Sistem ekonomi islam bukan hal yang baru sama sekali akan tetapi sistem ekonomi islam ini pernah berjaya dan pernah juga tenggelam dalam masa yang cukup lama dan sempat dilupakan sementara pihak karena kuatnya dua sistem ekonomi kapitalisme dan sosialisme yang telah menjadi mainstream sistem ekonomi dunia. Kedua sistem ekonomi tersebut telah terbukti mampu meningkatkan kemakmuran rakyat di negara yang menggunakannya seperti Amerika Serikat dan mantan Uni Soviet. Sementara negara-negara lain yang menerapkan kedua sistem tersebut terbukti juga mengalami permasalahan riil.
Mengapa demikian, karena elemen perekonomian negara yang berbeda. sistem ekonomi di suatu negara terbentuk dengan berbagai faktor misalnya ideologi dan sistem kepercayaan, pandangan hidup, lingkungan geografi, politik, sosial budaya dan lain sebagainya. Bahkan dalam negara-negara dunia ketiga yang mengalami permasalahan ketertinggalan dan keterbelakangan dalam seluruh aspek disinyalir penyebab utamanya adalah karena negara tersebut memakai model pembangunan negara barat yang tidak terdapat kesesuaian kondisi ekonomi, sosial dan politik sehingga tidak akan pernah menyelesaiakan permasalahan yang ada.
Dalam sistem ekonomi kapitalis membolehkan adanya eksploitasi dari yang kuat terhadap yang lemah. Mereka yang kuat memiliki akses terhadap sumber daya sehingga seolah menggenggam kunci untuk membuka sumber daya untuk terus memupuk kekayaannya. Sedangkan yang lemah tidak memiliki akses yang sama sehingga terbukti tidak mampu menyelesaikan permasalahan ekonomi bangsa yang sangat mendasar ; kemiskinan, pengangguran dan daya saing.
Penerapan sistem ekonomi Islam yang dapat mensejahterakan masyarakat dunia atas dasar keadilan dan persamaan hak pada mulanya hanya menjadi solusi alternative terhadap persoalan di atas. namun sekarang ekonomi islam telah dijadikan wacana sebagai suatu keniscayaan. Yang menjadi pertanyaan besar sekarang ini adalah bagaimanakah ekonomi islam mampu mewujudkan keadilan, kemaslahatan dan keseimbangan. tulisan ini akan memulai menguraikan dari model arsitektur ekonomi islam hingga lembaga keuangan syariah yang mendukung penerapan sistem ekonomi tersebut.






ARSITEKTUR EKONOMI ISLAM
Sistem ekonomi islam sebagai bagian dari paradigma hidup manusia tidak bisa dilepaskan dari paradigma islam. Paradigma sistem ekonomi islam secara umum berpangkal pada paradigma islam itu sendiri. Paradigma islam merupakan sumber dari paradigma sistem ekonomi islam. Maka mustahil membangun paradigma sistem ekonomi islam tanpa memperhatikan paradigma islam sebagai addin asy syamil (kerangka kehidupan yang menyeluruh dan universal.
Ekonomi islam memiliki pengertian yang beragam. Beberapa pakar ekonomi islam memberikan definisi yang berbeda-beda. Tidak ada definisi ekonomi islam baku yang digunakan sebagai pedoman umum untuk membedakan definisi ekonomi islam dengan ekonomi konvensional. Perbedaan ini menunjukkan perbedaan dalam menghadapi permasalahan-permasalahan ekonomi yang mereka hadapi.
Perbedaan tersebut juga dapat diartikan sebagai usaha para ekonom muslim untuk menjawab masalah ekonomi yang dihadapinya. Dan perbedaan tersebut bermuara pada pengertian yang relatif sama. Bebrapa pengetian ekonomi islam dapat dilihat berikut ini;
*        definisi yang menekankan pada penerapan nilai-nilai islam dalam kehidupan ekonomi masyarakat. Abdul Mannan memberikan definisi bahwa ekonomi Islam adalah ” ilmu pengetahuan sosial yang mempelajari masalah-masalah ekonomi rakyat yang diilhami oleh nilai-nilai islam.
*         ekonomi islam ditinjau dari sisi akibat yang ditimbulkan sebagaimana dinyatakan oleh Hasanuzzaman ” ilmu ekonomi islam adalah pengetahuan dan aplikasi dari anjuran dan aturan syariah yang mencegah ketidakadilan dalam memperoleh sumber daya-sumber daya material sehingga tercipta kepuasan manusia dan memungkinkan mereka menjalankan perintah Allah dan masyarakat.
*        Khursid Ahmad memberikan definisi ekonomi islam dari sisi perilaku orang islam dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari mulai dari produksi hingga distribusi secara sistematis ” ekonomi islam adalah suatu usaha sistematis untuk memahami masalah ekonomi dan perilaku manusia dalam hubungannya kepada persoalan tersebut menurut perspektif islam.
*        menurut Arkham Khan ekonomi islam menekankan pada studi tentang kesejahteraan manusia yang dicapai dengan mengorganisasi sumber daya atas dasar kerjasama dan partisipasi, ilmu ekonomi islam bertujuan untuk melakukan studi erhadap kesejahteraan(falah) manusia yang dicapai dengan mengorganisasikan sumber-sumber daya di bumi berdasarkan kerjasama dan partisipasi.
*        Umar Chapra mendefinisikan ” ekonomi islam sebagai suatu cabang pengetahuan yang membantu merealisasikan kesejahteraan manusia melalui suatu alokasi dan distribusi sumber-sumber daya langka yang seirama dangan maqasid, tanpa mengekang kebebasan individu, menciptakan ketidakseimbangan makro ekonomi dan ekologi yang berkepanjangan, atau melemahkan solidaritas keluarga dan sosial serta jaringan moral masyarakat.
Dari beberapa definisi di atas dapat disimpulkan bahwa ekonomi islam adalah suatu ilmu pengetahuan yang berupaya untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan ekonomi dengan cara-cara yang islami.
Islam di belakang kata ekonomi bagi sebagian kalangan dianggap sebagai posisi yang eksklusif sehingga menghilangkan nilai kefitrahannya sebagai tatanan bagi semua manusia, sementara sebagian yang lain ekonomi islam digambarkan sebagai ekonomi hasil racikan antara aliran kapitalis dan sosialis , sehingga ciri khas yang dimiliki eknomi islam itu sendiri hilang bahkan ekonomi islam tak ubahnya sebagaimana sistem ekonomi kapitalis yang dimodifikasi dengan mengurangi aspek riba atau sistem ekonomi sosialis yang didalamnya ditambahkan unsur-unsur islami.
Sebutan ekonomi islam sarat dengan interpretasi terhadap praktek ekonomi islam yang kita temukan. Jika pengalaman ekonomi islam berkaitan dengan aturan-aturan tentang perintah dan larangan saja maka makna ekonomi islam lebih banyak berkaitan dengan norma. Hal ini akan membangun pengertian bahwa ekonomi islam sebagai ilmu normatif. Jika pengalaman yang ditemukan banyak bekaitan tentang persoalan aktual maka akan menghasilkan makna ekonomi islam yang berbeda
Sedangkan prinsip-prinsip dasar ekonomi islam ;
·         prinsip tauhid. Ciri khas utama dari model ekonomi islam ini adalah ekonomi Tauhid atau ekonomi rabbani dan secara umum dikatakan sebagai divine economics. Tauhid adalah fondasi keimanan islam. Artinya bahwa segala apa yang ada di alam semesta ini didesain dan dicipta dengan sengaja oleh Allah SWT, bukan kebetulan dan semuanya pasti memiliki tujuan. Tujuan inilah yang memberikan signifikansi dan makna pada eksistensi jagat raya, termasuk manusia yang menjadi salah satu penghuni di dalamnya. cerminan watak ekonomi Ketuhanan terletak pada aturan atau sistem yang harus dipedomani oleh para pelaku ekonomi. Hal ini berdasarkan pada QS 3:109 bahwa semua faktor ekonomi termasuk pada diri manusia pada dasarnya adalah kepunyaan Allah dan kepadaNya dikembalikan semua urusan. Melalui aktifitas ekonomi manusia dapat mengumpulkan nafkah semaksimal mungkin tetapi tetap dalam batas yang telah ditentukan dalam aturan. Dalam QS 42: 12; QS 13:26 diterangkan bahwa Allah memberikan kelapangan atau membatasi rizki orang yang dikehendaki. Setiap makhluk hidup telah disediakan rezekinya selama ia tidak menolak untuk mendapatkannya(QS 11: 6) namun Allah tidak pernah menjamin kesejahteraan ekonomi tanpa manusia tadi melakukan usaha dengan mengacu pada aturan ilahiah setiap manusia mempunyai nilai moral dan ibadah. Setiap tindakan manusia tidak bisa terlepas dari nilai yang secara vertikal merefleksikan moral yang baik dan secara horisontal memberi manfaat kepada manusia dan makhluk lainnya
·         prinsip khalifah. Manusia adalah khalifah Allah di muka bumi, ia dibekali dengan perangkat baik jasmaniah maupun rohaniah untuk dapat berperan secara efektif ebagai khalifah-Nya. Implikasi dari prinsip ini adalah; persaudaraan universal, sumber daya adalah amanah, gaya hidup sederhana, kebebasan manusia
·         prinsip keadilan . keadilan adalah salah satu misi utama ajaran islam. Implikasi dari prinsip ini adalah ; pemenuhan kebutuhan pokok manusia, sumber-sumber pendapatan yang halal dan tayyib, distribusi pendapatan dan kekayaan yang merata, pertumbuhan dan stabilitas.
Secara umum tujuan ekonomi islam adalah Al-Falah yaitu kesuksesan yang hakiki berupa tercapainya kebahagiaan dalam segi material dan spiritual serta tercapainya kesejahteraan di dunia dan akhirat. Suatu kesuksesan dalam aspek material tidaklah menjadi sesuatu yang bermakna apabila mengakibatkan kerusakan dalam aspek kemanusiaan lainnya seperti persaudaraan dan moralitas.
Adapun secara terperinci dapat dijelaskan sebagai berikut; kesejahteraan ekonomi adalah tujuan ekonomi yang terpenting meliputi kesejahteraan individu, masyarakat dan negara. tercukupinya kebutuhan dasar manusia meliputi makan, minum, pakaian, tempat tinggal, kesehatan, pendidikan, keamanan serta sistem negara yang menjamin terlaksananya kecukupan kebutuhan dasar secara adil, penggunaan sumber daya secara optimal, efesien, efektif, hemat dan tidak mubadzir. distribusi harta, kekayaan, pendapatan dan hasil pembangunan secara adil dan merata, menjamin kebebasan individu, kesaman hak dan peluang, kerjasama dan keadilan.
Dalam penerapan ekonomi islam terdapat tiga pilar utama ; Keadilan, Keadilan dalam pandangan islam merupakan isi yang sangat esensial dari islam itu sendiri. Apabila keadilan ini tidak dijadikan tujuan pembangunan sistem ekonomi maka sangat mustahil masyarakat ideal dapat ditegakkan. Keseimbangan ; Ekonomi keseimbangan sendiri merupakan pandangan islam terhadap hak individu dan masyarakat yang diletakkan dalam neraca yang adil tentang dunia maupun akherat, jiwa dan raga, akal dan hati, perumpamaan dan kenyataan, iman dan kekuasaan. Ekonomi islam tidak boleh mendzalimi masyarakat khususnya kaum lemah sebagaimana yang terjadi pada masyarakat kapitalis. Disamping itu islam juga tidak membolehkan mendzalimi hak individu sebagaimana yang dilakukan oleh kaum sosialis, tetapi islam mengakui hak individu dan masyarakat secara berimbang
Islam meletakkan ekonomi pada posisi seimbang . dalam praktiknya ekonomi islam ini menerapkan keseimbangan antara modal dan usaha, antara produksi dan konsumsi antara produsen perantara dn konsumen dan antara golongan-golongan dalam masyarakat. Norma keseimbangan yang paling menonjol dalam perekonomian menurut DR. Yusuf Qardhawi terletak pada dua sendi.
Ø  pemahaman islam tentang kedudukan harta. Dalam memandang harta, islam tidak condong kepada pihak yang menolak dunia secara mutlak, namun islam juga tidak condong kepada paham yang menjadikan dunia sebagai tujuan akhir, sesembahan dan pujaan. Islam tetap bersifat moderat ( jalan tengah) dalam memandang dunia. Dunia adalah jalan menuju tempat yang lebih kekal. Al Qur’an telah mengungkapkan engenai umat islam yang hidup moderat. Hal ini dijlaskan dalam QS Ali Imran: 148 ” Karena itu Allah memberikan pahala di dunia dan pahala di akherat”
Ø  pemahaman islam tentang hal individu. Islam berdiri di antara kelompok yang mengakui hak individu bahwa seseorang menganggap harta itu sebagai hak miliknya secara mutlak. Dan kelompok yang sebaliknya yaitu kelompok yang menganggap kepemilikan secra individu sebagai sumber kejahatan dan penindasan dalam masyarakat sehingga mereka menghapuskannya sekuat tenaga.
dan Kemaslahatan yang tercermin dari aktifitas ekonomi yang menghindari riba,maysir,gharar,dzalim dan haram, adanya keseimbangan aktivitas di sektor riil-finansial, pengelolaan risk-return, aktivitas bisnis-sosial, aspek spiritual-material dan azas manfaat-kelestarian lingkungan, serta melindungi keselamatan kehidupan beragama, proses regenarasi, perlindungan jiwa, harta dan akal.
Ketiga pilar tersebut juga dilandasi dengan fondasi ekonomi islam, yakti; Ukhuwwah yang meletakkan tata hubungan bisnis dalam konteks persaudaraan universal untuk mencapai kesuksesan bersama.
Syariah yang membimbing aktivitas ekonomi sehingga sesuai dg kaidah-kaidah syariah. Akhlaq yang membimbing aktivitas ekonomi senantiasa mengedepankan moralitas sbg cara mencapai tujuan. Inilah yang membedakan antara islam dan materialisme. Islam tidak pernah memisahkan ekonomi dengan etika karena islam adalah risalah yang diturunkan Allah melalui Rasul untuk membenahi akhlak manusia Aqidah membentuk integritas yang membentuk good governance dan market discipline yang baik. Ekonomi dalam pandangan islam bukanlah tujuan akhir akan tetapi sebagai pelengkap kehidupan, sarana untuk mencapai tujuan yahng lebih tinggi, penunjang dan pelayan bagi akidah dan bagi misi yang diembannya. Akidah ini dijadikan sebagai dasar keseluruhan tatanan kehidupan termasuk tatanan ekonomi
Empat Ciri/Sifat Sistem Islam
1.         Kesatuan (unity)
2.         Keseimbangan (equilibrium)
3.         Kebebasan (free will)
4.      Tanggungjawab (responsibility)



PEMBENTUKAN PREFERENSI PELAKU DALAM PERSPEKTIF EKONOMI ISLAM
Secara umum pembentukan prilaku dalam perspektif ekonomi islam adalah sebagaimana karakter yang tercermin dalam keteladanan sikap seperti ; Fathanah; mendorong terbentuknya perilaku profesional dan kompeten untuk mempertahankan kualitas dan efisiensi operasi yang tinggi. Amanah : menciptakan disiplin dan komitmen yang akan meningkatkan akuntabilitas dan tingkat keandalan lembaga keuangan. Shidiq ; menciptakan integritas dan konsistensi yang diharapkan dapat meningkatkan keamanan transaksi keuangan yang akan berpengaruh pada tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi. Tabligh: mewujudkan perilaku transparan dan komunikatif yang secara konstruktif akan mengurangi intensitas agency problem yang ada akibat asymmetric information. Nilai-nilai yang dibangun tentunya sangat sejalan dengan konsep Good Corporate Governance (GCG) dan market discipline yang telah menjadi semangat pengembangan sistem keuangan dan perbankan secara internasional.
Perbedaan mendasar dalam memandang manusia terkait dengan prilaku dalam kegiatan ekonomi dapat dilihat secara jelas antara ekonomi konvensional dan ekonomi islam. Ekonomi konvensional mengasumsikan manusia sebagai rational economic man. Sedangan dalam ekonomi islam akan membentuk manusia dengan karakter islamic man (ibadurrahman).
 Islamic man dianggap prilakunya rasional jika konsisten dengan prinsip-prinsip islam yang bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang seimbang. Islamic man dalam mengknsumsi suatu barang tidak semata-mata bertujuan memaksimumkan kepuasan tetapi selalu memperhatikan apakah barang itu halal atau haram, israf atau tidak, tabzir atau tidak, memudharatkan masyarakat atau tidak dan lain-lain. Islamic man tidak materialistik. Ia senantiasa memperhatikan anjuran syariat untuk berbuat kebajikan kepada masyarakat, baik hati, suka menolong dan peduli kepada masyarakat sekitar.
Produk-produk keuangan/perbankan yang disusun mencitrakan tujuan ekonomi syariah yang telah ditetapkan. Produk-produk perbankan syariah secara garis besar dibagi dua yaitu yang bersifat profit motive dan yang bersifat social motive. Keduanya memiliki keterkaitan dan saling mendukung terutama sekali dalam melayani usaha mikro dan kecil







PENUTUP
Dari paparan di atas kita dapat menyimpulkan bahwa ekonomi islam telah mengalami perkembangan yang cukup menggembirakan. Karena ekonomi islam adalah salah satu jawaban bagaimana visi islam direalisasikan yaitu dengan mewujudkannya dalam bentuk realitas untuk mencapai tujuan Al-Falah yaitu kesuksesan yang hakiki berupa tercapainya kebahagiaan dalam segi material dan spiritual serta tercapainya kesejahteraan di dunia dan akhirat. Ekonomi Islam mempunyai tujuan untuk memberikan keselarasan bagi kehidupan di dunia. Nilai Islam bukan semata-semata hanya untuk kehidupan muslim saja, tetapi seluruh mahluk hidup di muka bumi. Esensi proses Ekonomi Islam adalah pemenuhan kebutuhan manusia yang berlandaskan nilai-nilai Islam guna mencapai pada tujuan agama (falah). Ekonomi Islam menjadi rahmat seluruh alam, yang tidak terbatas oleh ekonomi, sosial, budaya dan politik dari bangsa. Ekonomi Islam mampu menangkap nilai fenomena masyarakat sehingga dalam perjalanannya tanpa meninggalkan sumber hukum teori ekonomi Islam, bisa berubah.

Senin, 28 November 2011

SISTEM PEREKONOMIAN NEGARA RUSIA

KATA PENGANTAR
Puji dan Syukur senantiasa saya ucapkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini. Makalah Ekonomi yang bertema “Sistem Perekonomian Rusia” ini menggunakan pendekatan belajar sambil berlatih untuk mengetahui lebih dalam tentang sistem perekonomian yang ada di bangsa lain.
Penulisan makalah ini telah diusahakan semaksimal mungkin. Namun, karena keterbatasan waktu tentu makalah ini masih belum sempurna. Untuk itu, saya mengharapkan para pembaca maupun pihak-pihak lain berkenan memberikan kritik dan saran demi penyempurnaan pembuatan makalah berikutnya.
Semoga makalah ini turut memberi andil dalam memperluas pengetahuan kita dan semoga semua usaha kita mendapat ridho-Nya. Saya ucapakan terima kasih kepada segenap pendukung yang telah membantu saya dalam penulisan makalah ini.

Banda Aceh, Oktober 2011

Penulis






PENDAHULUAN
v  Latar Belakang Masalah
Aspek Ekonomi merupakan salah satu aspek yang sangat penting dalam kemajuan suatu Negara, semakin baik ekonomi masyarakat pada suatu bangsa maka semakin maju pula kehidupan perekonomian Negara itu. Sistem perekonomian merupakan salah satu sistem yang sangat komplit dan sangat menarik untuk dibahas baik dalam hal teorinya maupun dalam hal pelaksanaanya pada suatu Negara.
1.      Kezaliman yang diderita oleh masyarakat di negara kapitalis, yaitu Eropa dan Rusia karena tidak meratanya kepemilikan individu diantara manusia.
2.      Adanya tiga kepentingan kelompok yang menyangkut persamaan secara riil dalam kepemilikkan yaitu:
o   Kelompok yang berpendapat tentang perlunya persamaan jumlah.
o   Kelompok yang berpendapat tentang persamaan komunisme, maksudnya perlu memelihara pendistribusian pekerjaan menurut kemampuan masing-masing.
o   Kelompok yang berpendapat tentang persamaan dalam kepemilikan alat-alat produksi.

v  Tujuan Penulisan
Tujuan dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan tentang sistem perekonomian yang ada di Negara Rusia .



PEMBAHASAN
v  Sejarah Ekonomi Federasi Rusia
Sejarah perekonomian rusia berawal dari terpecahnya Negara Uni Soviet, pada saat itu Rusia di bawah pemerintahan Yeltsin (Republik Rusia). Sejak runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Rusia telah mencoba untuk mengembangkan ekonomi pasar dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang konsisten. Yeltsin mulai menyerang masalah stabilisasi ekonomi makro dan restrukturisasi ekonomi.
Pada bulan Oktober 1991, Yeltsin mengumumkan bahwa Rusia akan dilanjutkan dengan radikal, reformasi berorientasi pasar di sepanjang baris "shock therapy", seperti yang direkomendasikan oleh Amerika Serikat dan IMF. Namun, kebijakan ini mengakibatkan keruntuhan ekonomi, dengan jutaan rakyat jatuh ke dalam kemiskinan. Korupsi dan kejahatan menyebar dengan cepat.
Dengan asumsi peran sebagai kepribadian hukum Uni Soviet, Rusia mengambil tanggung jawab untuk menyelesaikan utang luar negeri, meski penduduknya terdiri hanya setengah dari penduduk Uni Soviet pada saat perceraian. Ketika semua perusahaan milik negara yang seharusnya dimiliki oleh rakyat, justru jatuh ke tangan golongan orang-oang kaya. Saham dari perusahaan milik negara dikeluarkan, dan baru ini perusahaan publik segera diserahkan kepada anggota Nomenklatura atau dikenal bos kriminal. Sebagai contoh, direktur sebuah pabrik selama rezim Soviet sering menjadi pemilik perusahaan yang sama. Selama periode yang sama, kelompok-kelompok kriminal sering mengambil alih perusahaan-perusahaan negara, membuka jalan dengan pembunuhan atau pemerasan. Korupsi pejabat pemerintah sudah menjadi aturan hidup sehari-hari. Dibawah pemerintah penutup, keterlaluan dilakukan manipulasi keuangan yang memperkaya kelompok individu dan pemerintahan mafia. Korupsi banyak mencuri miliaran dolar dalam bentuk tunai dan aset di luar negeri sangat besar pelarian modal,seperti Andrei Volgin yang terlibat dalam pengambilalihan koperasi pada pertengahan tahun 1990-an.
-        Hutang Publik Russian
Ekonomi Rusia mengalami stres luar biasa yang berpindah dari ekonomi perencanaan pusat ke sistem pasar bebas. . Kesulitan dalam mengimplementasikan reformasi fiskal yang bertujuan untuk mengumpulkan pendapatan pemerintah dan ketergantungan pada pinjaman jangka pendek untuk membiayai defisit anggaran mengarah ke krisis keuangan yang serius pada tahun 1998.
Harga yang lebih rendah untuk ekspor utama Rusia penerima (minyak dan mineral) dan hilangnya kepercayaan investor akibat krisis finansial Asia diperburuk masalah keuangan.
Hasilnya adalah penurunan yang sangat cepat dalam nilai rubel, penerbangan dari investasi asing, pembayaran tertunda berdaulat dan utang swasta, suatu uraian transaksi komersial melalui sistem perbankan, dan ancaman inflasi.
Akan tetapi, Rusia tampaknya krisis telah nampak relatif baik. Sebagai PDB riil tahun 2009 meningkat dengan persentase tertinggi sejak jatuhnya Uni Soviet pada 8,1%, rubel tetap stabil, inflasi telah moderat, dan investasi mulai meningkat lagi
Pada 2007, Bank Dunia menyatakan bahwa perekonomian Rusia telah mencapai "stabilitas makroekonomi belum pernah terjadi sebelumnya". Rusia telah membuat kemajuan dalam memenuhi kewajiban utang luar negeri.
Selama 2000-01, Rusia tidak hanya bertemu dengan utang eksternal jasa, tetapi juga membuat kemajuan besar cicilan pokok di IMF pinjaman, tetapi juga membangun Bank Sentral cadangan dengan anggaran pemerintah, perdagangan, dan current account surplus. The TA 2002 anggaran Pemerintah Rusia menganggap pembayaran sekitar $ 14 miliar pada layanan resmi pembayaran utang yang jatuh tempo. Current account surplus besar telah membawa apresiasi yang cepat rubel selama beberapa tahun.
Minyak dan gas mendominasi ekspor Rusia, sehingga Rusia tetap sangat bergantung pada harga energi. Pinjaman dan suku bunga deposito pada atau di bawah tingkat inflasi menghambat pertumbuhan sistem perbankan dan membuat alokasi modal dan resiko yang jauh lebih sedikit efisien daripada itu akan sebaliknya.
Pada tahun 2003, utang telah meningkat menjadi $ 19 milyar yang disebabkan oleh kenaikan pembayaran Departemen Keuangan dan Eurobond. Namun, $ 1 miliar ini telah diprabayar, dan beberapa sektor swasta mungkin sudah membayar hutang.
Pada edisi Juni 2002 G8 Summit, para pemimpin dari delapan negara menandatangani pernyataan setuju untuk mengeksplorasi pembatalan Rusia beberapa utang Soviet lama untuk menggunakan tabungan untuk mengamankan bahan-bahan di Rusia yang dapat digunakan oleh teroris. Kesepakatan yang diusulkan adalah $ 10 milyar dan akan datang dari Amerika Serikat dan $ 10 miliar dari G-8 negara lain selama 10 tahun.
Pada tanggal 1 Januari 2004, dana Stabilisasi Federasi Rusia didirikan oleh Pemerintah Rusia sebagai bagian dari anggaran federal untuk menyeimbangkannya jika harga minyak turun. Sekarang dana Stabilisasi Federasi Rusia sedang dimodernisasi. Dana Stabilisasi akan dibagi menjadi dua bagian pada tanggal 1 Februari 2008. Bagian pertama akan menjadi dana cadangan sama dengan 10 persen dari PDB (10% dari PDB setara dengan sekitar $ 200 miliar sekarang), dan akan diinvestasikan dengan cara yang sama sebagai Dana Stabilisasi. . Bagian kedua akan diubah menjadi Dana Kesejahteraan Nasional Federasi Rusia. Deputi Menteri Keuangan Sergei Storchak perkiraan ini akan mencapai 600-700 billion rubel pada tanggal 1 Februari 2008.

v  Definisi komunis
Komunisme adalah suatu sistem perekonomian di mana peran pemerintah sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi, sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah. Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan. Namun tujuan sistem komunis tersebut belum pernah sampai ke tahap yang maju, sehingga banyak negara yang meninggalkan sistem komunisme tersebut.
Komunisme atau Marxisme adalah ideologi dasar yang umumnya digunakan oleh partai komunis di seluruh dunia, sedangkan komunis internasional merupakan racikan ideologi ini berasal dari pemikiran Lenin sehingga dapat pula disebut “Marxisme-Leninisme”. Dalam komunisme perubahan sososial harus dimulai dari pengambil alihan alat-alat produksi melalui peran partai Komunis, secara logikanya perubahan sosial dimulai dari buruh atau yang lebih dikenal dengan proletar. Komunisme sebagai anti-kapitalisme menggunakan sistem partai komunis sebagai alat pengambil alihan kekuasaan dan sangat menentang kepemilikan akumulasi modal.
Ciri-ciri komunisme:
1.      Sebuah teori atau sistem organisasi sosial yang didasarkan pada induk dari semua harta yang sama, kepemilikan aktual yang dinisbahkan kepada masyarakat secara keseluruhan atau kepada negara.
2.      Sistem organisasi sosial di mana semua aktivitas sosial ekonomi dan dikendalikan oleh negara totaliter didominasi oleh satu dan mengabadikan diri partai politik.
3.      Prinsip-prinsip dan praktek-praktek dari Partai Komunis.
4.      Komunalisme.



v  Sejarah Berdirinya Sistem Komunis di Rusia
Komunisme pada awal kelahiran adalah sebuah koreksi terhadap faham kapitalisme di abad ke-19an, dalam suasana yang menganggap bahwa kaum buruh dan pekerja tani hanyalah bagian dari produksi dan lebih mementingkan kesejahteraan ekonomi. Akan tetapi, dalam perkembangan selanjutnya muncul beberapa faksi internal dalam komunisme antara penganut komunis teori dengan komunis revolusioner yang masing-masing mempunyai teori dan cara perjuangannya yang saling berbeda dalam pencapaian masyarakat sosialis untuk menuju dengan apa yang disebutnya sebagai masyarakat utopia.
Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia. Sebagai penganut Karl Marx yang gigih dan setia, Lenin meletakkan dasar politik yang hanya bisa dibayangkan oleh Karl Marx seorang. Begitu cepatnya Lenin menyebar Komunisme ke seluruh penjuru dunia, dia mesti diakui sebagai salah seorang yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.
Pada umur dua puluh tiga Lenin sudah menjadi seorang Marxis yang berkobar-kobar. Bulan Desember 1895 dia ditahan oleh pemerintah Tsar karena kegiatan revolusionernya dan dijebloskan ke dalam penjara selama empat belas bulan. Sesudah itu dia dibuang ke Siberia. Selama tiga tahun di Siberia (yang tampaknya tidak digubrisnya sebagai siksaan) dia kawin dengan wanita yang juga berfaham revolusioner dan menulis buku Pertumbuhan Kapitalisme di Rusia. Masa pembuangannya di Siberia berakhir bulan Februari 1900 dan beberapa bulan kemudian Lenin melakukan perjalanan ke Eropa Barat. Tak kurang dari tujuh belas tahun lamanya dia berkelana, menjadi seorang mahaguru revolusioner. Tatkala Partai Buruh Sosial-Demokrat Rusia dimana Lenin jadi anggota pecah jadi dua bagian, Lenin jadi pimpinan pecahan yang lebih besar dari Bolsheviks.
Perang Dunia I membuka peluang besar buat Lenin. Perang ini membawa malapetaka baik militer maupun ekonomi bagi Rusia dan akibatnya menambah ketidakpuasan rakyat kepada sistem pemerintahan Tsar. Akhirnya pemerintah Tsar ini digulingkan di bulan Maret tahun 1917 dan untuk sementara waktu tampaknya Rusia dipimpin oleh sebuah pemerintah demokratis. Begitu mendengar kejatuhan Tsar, Lenin buru-buru pulang ke .Rusia dan sesampainya di negeri asalnya ia dengan cepat dapat melihat dan mengambil kesimpulan bahwa partai-partai demokratis --walau sudah mendirikan pemerintahan sementara-- tak punya daya kekuatan cukup dan kondisi ini sangat baik buat partai Komunis yang punya pegangan disiplin kuat untuk menguasai keadaan biarpun anggotanya sedikit. Karena itu Lenin mendorong kaum Bolshevik melompat kedepan mengguhngkan pemerintahan sementara dan menggantinya dengan pemerintahan Komunis. Percobaan pemberontakan di bulan Juli tidak berhasil dan memaksa Lenin menyembunyikan diri.
Percobaan kedua di bulan Nopember 1917 berhasil dan Lenin menjadi kepala negara baru. Selaku kepala pemerintahan, Lenin keras tetapi di lain pihak dia amat pragmatis. Mula-mula dia ajukan tekanan yang tak kenal kompromi adanya masa transisi singkat menuju masyarakat yang ekonominya sepenuhnya berdasar sosialisme. Ketika ini tidak jalan, dengan luwes Lenin mundur dan mengambil jalan sistem ekonomi campuran kapitalis-sosialistis ini berjalan di Uni Soviet selama beberapa tahun.
Di bulan Mei 1922 Lenin sakit keras sehingga antara serangan sakit itu hingga wafatnya tahun 1924 praktis Lenin tidak bisa berbuat apa-apa. Begitu wafat, jasadnya dengan cermat dibalsem dan dipelihara, dibaringkan di musoeum di Lapangan Merah hingga saat ini.
Ciri penting dari Lenin adalah dia seorang yang cepat bertindak sehingga dialah orang yang mendirikan pemerintahan Komunis di Rusia. Dia menganut ajaran Karl Marx dan menterjemahkannya dalam bentuk tindakan politik praktis yang nyata. Sejak bulan Nopember 1917 telah terjadi ekspansi kekuatan Komunis ke seluruh dunia. Kini, sekitar sepertiga penduduk dunia menganut faham Komunis.
Biarpun arti penting Lenin terletak pada seorang pemimpin politik praktis. Lenin juga menunjang pengaruhnya lewat tulisan-tulisan. Pikiran-pikiran Lenin tidaklah bertentangan dengan Marx tetapi ada perubahan tekanan. Lenin kelewat terpukau oleh taktik-taktik revolusi dan dia merasa punya kelebihan khusus dalam urusan ini. Dia tak henti-hentinya menekankan perlunya penggunaan kekerasan: "Tak ada masalah apa pun dalam hubungan perjuangan kelas dapat diselesaikan tanpa kekerasan," adalah ungkapan khasnya. Marx hanya mengaitkan perlunya kediktatoran proletariat sekali-sekali saja, tetapi Lenin sudah terlalu tergoda dengan itu. Misalnya ucapannya: "Diktatur proletariat tak lain dan tak bukan daripada kekuasaan berdasarkan kekerasan yang tak ada batasnya, baik batas hukum maupun batas aturan absolut.
Ide Lenin tentang kediktatoran sesungguhnya lebih penting ketimbang politik ekonominya. Ciri terpokok pemerintahan Soviet bukanlah di bidang politik ekonominya (banyak pemerintahan sosialis di banyak negeri) tetapi ciri pokoknya lebih terletak pada teknik mempertahankan kekuasaan politik untuk jangka waktu tak terbatas. Terhitung sejak saat Lenin hidup, tak ada satu pun pemerintah Komunis di mana pun juga di dunia ini --sekali berdiri dengan kokohnya-- dapat tergulingkan. Dengan pengawasan yang seksama terhadap semua lembaga kekuasaan dalam negeri --mass media, bank, gereja, serikat buruh dan lain-lain-- pemerintahan Komunis tampaknya sudah mengikis adanya kemungkinan-kemungkinan penggulingan pemerintahan. Bisa saja ada titik-titik lemah pada kekuatannya, tetapi tak seorang pun mampu menemukannya.
Jelas bin jelas Komunisme adalah gerakan besar yang punya arti penting sejarah. Tidaklah jelas benar siapakah yang bisa dianggap paling berpengaruh dalam gerakan ini, Marx atau Lenin. Saya beranggapan Marx punya arti lebih pentirig karena dia mendahului dan mempengaruhi Lenin. Tetapi masih bisa dibantah anggapan ini karena kemampuan politik praktis Lenin merupakan faktor yang amat ruwet dalam hal mendirikan Komunisme di Rusia. Tanpa peranan Lenin, Komunis rasanya mesti menunggu bertahun-tahun untuk punya kesempatan memegang kekuasaan dan akan menghadapi perlawanan yang lebih terorganisir. Karena itu, bukan mustahil tidak bisa berhasil. Dalam hal memantapkan arti penting Lenin, orang jangan lupa betapa singkatnya masa kekuasaan dipegangnya. Juga, berdirinya diktatur proletariat di Uni Soviet lebih besar berkat Lenin ketimbang penggantinya, Stalin yang lebih keras.


















PENUTUP
v  Kesimpulan
Setelah membaca makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa:
1.      Sistem Perekonomian Rusia menggunakan sistem perekonomian komunis
2.      Vladimir Ilyich Ulyanov Lenin seorang pemimpin politik yang paling bertanggung jawab terhadap berdirinya Komunisme di Rusia .
3.      Masing-masing sistem perekonomian memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.














DAFTAR PUSTAKA
http://www.kommersant.com/p791856/new_fund_to_specialize_on_portfolio_investments/. Retrieved 2007-08-02 . Diperoleh 2007/08/02.
Sumber: http://tokohsejarah.blogspot.com/2009/07/lenin-1870-1924.html
Sumber: http://uthieprawita.ngeblogs.com/